Kembali ke Berita

BPBD Grobogan Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Kebakaran di Dusun Krajan Desa Panunggalan

10 Jun 2026 • Admin
BPBD Grobogan Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Kebakaran di Dusun Krajan Desa Panunggalan
  • SiCAKRA, 10 Juni 2026– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran di Dusun Krajan RT 04RW 04, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

    Bantuan diserahkan langsung kepada Joko Trimo, pemilik rumah yang terbakar. Penyerahan berlangsung di lokasi kejadian dan didampingi Kepala Desa Panunggalan, Moch Pujiyanto, beserta perangkat desa setempat.

    Kebakaran Terjadi pada 3 Juni 2026



    Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Api diketahui berasal dari percikan diyang (perapian tradisional untuk mengusir nyamuk pada ternak). Jarak perapian terlalu dekat dengan tumpukan dami (jerami kering pakan sapi) sehingga api cepat merambat dan melahap bangunan rumah.


    Kades Imbau Warga Pisahkan Kandang dari Rumah

    Menanggapi kejadian itu, Kepala Desa Panunggalan, Moch Pujiyanto, mengimbau warga agar lebih waspada saat membuat perapian di sekitar rumah maupun kandang ternak.



    "Tolong pastikan jangan ada tumpukan dami di dalam rumah atau area rawan. Kami juga menyarankan agar bangunan kandang dan penyimpanan pakan ternak dibuat terpisah dari rumah hunian utama," ujarnya.

    Bantuan dari BPBD, dan PMI

    Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI) merespons cepat musibah ini. Paket bantuan logistik yang disalurkan meliputi:
    • Bahan makanan: paket sembako, beras, dan mi instan.
    • Perlengkapan logistik PMI: ember air dan perlengkapan higienis.
    • Perlengkapan tidur dan darurat: matras gulung serta paket kantong bantuan dari BNPB.

    Kepala Desa Panunggalan menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan atas kepeduliannya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban fisik dan psikologis keluarga Joko Trimo, sekaligus memicu semangat gotong royong warga dalam proses pemulihan. (Kak Wo)